Pages

February 16, 2017

Jalan-jalan: Taman Kota II BSD dan Fish Streat Bintaro

Assalamu'alaikum wr. wb.

Gw sebenernya bukan tipe orang yang suka nyobain makanan/ tempat baru kalo ngga ada yang nemenin. Itulah alasanya, walaupun sudah pindah ke BSD dari 2008 kemarin (dipotong ngekost dari 2008-2011 dan 2012-2015, yang sisanya ternyata hanya 3 tahun. Hehehe) gw ngga banyak tahu tempat-tempat seru di sekitaran rumah. Paling banter tempat-tempat yang rame macem mall: AEON dan IKEA.

Tapi bersyukurlah gw punya temen, murah-banget-untuk-diajak-jalan dan mau nyamperin rumah gw yang di BSD, walaupun rumah dia di Jakarta Utara sana. Hehehe. Makasi, Nyuniii (senyum-girang-sumringah).



Seperti biasa, ajakan dadakan sehari sebelumnya berujung pada Yuni mampir ke BSD setelah nyoblos (maklum anaknya generasi tahu-bulat-digoreng-dadakan, jadi rencana yang berhasil terealisasi biasanya yang dadakan gitu). Niatnya sih mau piknik ke taman kota sambil gelar tiker dan makan siang dari bekal yang dibawa. Namun karena dua-duanya males, rencana piknik makan siang cantik beralaskan tikar pun hanya tinggal rencana.

Yuni yang bosen nge-mall, minta diajak ke Taman Kota di BSD. Akhirnya gw ajak ke Taman Kota II BSD, dengan alasan kalo Taman Kota I ukurannya lebih kecil. Gw cuma pernah 2x ke sana. Dua-duanya untuk lari pagi, tapi uda bertahun-tahun lalu. Jadi gw ngga tau kalo siang-siang ke sana ada apa aja.

Di Taman Kota II, untuk mobil tinggal masuk aja, baru bayar parkir Rp 5.000,- saat keluar nanti. Kalo motor, pas masuk akan dikasi karcis parkir dan kayanya bayar dengan harga di bawah parkir mobil. Sampai di sana pas zuhur, Yuni langsung sholat di tempat sholat yang disediakan di deket tempat parkir. Wudlu-nya cuma ada 1 keran di tempat yang terbuka. Atau bisa juga di toilet umum yang ngga jauh dari tempat sholat.

Karena lapar, gw minta untuk makan dulu. Di deket pintu masuk ada warung yang jual indomie, pop mie, dll (seinget gw kalo pagi ada yang jual nasi uduk). Tapi karena laper beneran, akhirnya nyamper tukang makanan pinggir jalan yang ada sebelum pintu masuk. Ada ketoprak, mie ayam, soto mie, dan siomay. Yuni pesen soto mie yang katanya keasinan, walau menurut gw ngga, dan gw pesen ketoprak. Standar lah harga makanan pinggir jalan Rp 10.000,- /porsi.

Setelah kenyang, kami langsung masuk ke Taman Kota II. Situasinya ngga berubah banyak. Seperti taman kota pada umumnya, banyak pohon dengan tersedia path untuk jalan. Sayang jalannya agak banyak yang rusak dan banyak sampah berserakan. Pada musin ujan gini, jalan rusak tadi bikin banyak genangan. Tapi untungnya bangku-bangku tamannya masih berfungsi dan bersih. Jadi enak, kalo capek (badan yang jarang dibawa gerak gini, tiap 100 m uda megap-megap minta duduk) bisa langsung duduk. Jalurnya juga ramah untuk yang bawa stroller, karena ada pilihan tangga atau jalanan landai.

Karena hari libur, tempatnya lumayan rame dan ternyata jadi tempat favorit untuk foto pre-wedding. Selama kami keliling, kayanya ada sekitar 10 pasangan yang lagi seru-seruan foto. Sampai di ujung jalan, ternyata lagi ada pembenahan untuk dibikin taman ala-ala riverside. Kayanya beberapa bulan lagi, akan jadi spot yang cantik dan instagram-able buat foto-foto. Hehehe. Karena ngga niat-niat amat foto, jadi ngga banyak foto-foto di sana. Cuma ada beberapa foto yang nunjukin taman baru itu.


#LoLagiLoLagiNanaYuni goes to Jaletreng Riverside
Setelah capek jalan (ini sih gw doang kayanya, Yuni yang anak gunung mah nyantai banget), kita duduk di warung yang berhadapan sama Jaletreng Riverside ini, sambil  ngobrol ditemenin angin sepoi-sepoi.

Yakin, bakal jadi taman yang cantik, Insya Allah.
Ala-ala Cimory Riverside, sayang aja airnya cokelat
Next destination... Yuni yang penasaran sama Fish n Chips mure-nya Fish Streat (gw pun tau dari review Dina tentang outlet mereka di Tebet), akhirnya kita bertolak ke Bintaro. Berbekal lokasi dari GMaps, kami mengarah ke outlet yang ada di CBD Bintaro Sektor 7. Tapi dari lokasi yang diberikan itu berujung pada Giant Bintaro, yang walaupun kami uda ngiter berkali-kali tetep ngga nemu juga lokasi Fish Streat-nya. Setelah yakin ngga ada sejengkal pun spot yang terlewatkan, kami nyerah dan lanjut bertolak ke outlet yang ada di Jl. Kesehatan Bintaro. Setelah tanya-tanya sama temen gw yang anak gahul Bintaro, ternyata memang outlet yang di CBD baru buka setelah jam 5 dan lokasinya pun berbeda dari yang ada di GMaps. Wuaaah... harusnya uda di-update sama Fish Streat yah .

Seperti reviews yang diliat di google, lokasinya gampang ditemuin, karena ada di pinggir jalan dengan plang yang cukup terlihat, namun tempat parkir mobil yang terbatas. Alhamdulillah, sepertinya karena lagi hari libur, masih bisa numpang parkir di toko bangku yang ada di sebelahnya (terbantu banget sama bapak tukang parkir yang sigap). Kami datang sekitar jam 3 dan masih perlu waiting list di urutan ke-2. Alhamdulillah lagi tanpa nunggu lama, kami dapat tawaran untuk sharing meja dengan pengunjung lain. Karena yuni uda lapar banget, tawaran tadi langsung kami terima. 

Begitu masuk, kami langsung pesen makanan dan minuman. Kami pesen minuman lychee ice tea yang teh-nya berasa banget, ngga kaya teh yang kebanyakan air, dan ada 2 buah leci per gelas. Karena gw ngerasa masih kenyang, kami cuma pesen 1 porsi fish n chips melted cheese dan 1 porsi crispy fried calamari. Minum dan calamari-nya datang cepet. Mungkin karena menunya harus dibakar dulu (kayanya untuk melted cheese-nya) dan emang lagi rame, fish n chips-nya lamaaaaaaaaaaaaa banget datengnya. Akhirnya karena lapar nunggu, kami nambah pesenan chicken fettuccine carbonara, yang alhamdulillah-nya datang cepet karena menunya ngga perlu dipanggang lagi (awalnya kami mau pesen macemnya mac n cheese, tapi mbanya bilang perlu dibakar dulu dan kami tangkap itu indikasi akan lama banget lagi nunggunya). 

Mac n cheese: Menu yang ngga jadi kami pesen karena watir lama lagi nunggunya

Fish n chips melted cheese: Menu favorit!

Lychee ice tea seger, gelas ke-dua karena yang pertama abis diminum kelamaan nunggu
Terkait rasa, menu calamari-nya berasa anget baru digoreng, walaupun datangnya cepet. Renyah dan cuminya lembut. Puas banget. Walau berasa kurang karena 1 porsi kami makan berdua. Hahaha. Terus menu fish n chips-nya memuaskan banget! Crispy, renyah, ikannya enak, kejunya cukup (ohiya menu ini pake creamy spaghetti yang dikasi lelehan keju). Sukak banget (senyum puas). Walau buat Yuni, kulit yang crispy-nya terlalu asin. Justru menu fettuccine-nya yang terlalu hambar, tapi lagi-lagi beda selera buat Yuni. Yuni justru puas banget sama saus cream-nya (alhamdulillah selera makanan dan cowo yang kami sukai bedaaaaa. Hahahaha). 

Kami puas banget makan di sini, dengan menu yang enak dan tentunya harga murah meriaaaaaaaaah! 

Fish n chips melted cheese : Rp 39.000,-
Crispy fried calamari Rp 29.000,-
Chicken fettuccine carbonara : Rp 29.000,-
Lychee ice tea : Rp 15.000,-
*harga berlum termasuk pajak 10%

Crispy fried calamari: enyaaaaak!
Sempet liat menu lain, ada seafood platter, yang isinya gw lupa ada lauk apa aja pake nasi biryani cuma Rp 60.000,-an. Karena lagi ngga pengen makan nasi, makanya kami melewatkan menu itu. Tapi ngeliat harganya, kalo dibandingin sama merk impor, itu bakal puas bangettt. Hehehe. Jadi ngga nyesel sama sekali untuk makan di sini. 

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Lokasi:
Taman Kota II BSD
Jl. Letnan Sutopo, BSD City, Ciater, Tangerang, Banten 15326

Fish Streat Bintaro
Jl. Kesehatan Raya No. 87 RT 3/6, Bintaro, Pesanggrahan, Jak-Sel, 12330

-nanajingga-

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...